efek

efek

Jumat, 25 November 2016

Makalah Bimbingan Konseling: "Profesi Guru dan Profesi Konselor di Sekolah"




PROFESI GURU DAN PROFESI KONSELOR DI SEKOLAH

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Bimbingan Konseling
Dosen Pengampu:

Tanto Aljauharie Tantowie, M. Pd. I



IAID



Disusun oleh:
Aos Mubarok
Didi Sutardi
Mulyawati

PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM DARUSSALAM
CIAMIS-JAWA BARAT
 2015


KATA PENGANTAR
 



Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak untuk itu dalam kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini.
             Penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, penulis telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat selesai dengan baik dan oleh karenanya, penulis dengan rendah hati dan dengan tangan terbuka menerima masukan, saran dan usul guna penyempurnaan makalah ini.
Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca, terutama kepada para calon guru untuk menjadi penunjang dalam pembuatan penyusunan tes.


Ciamis,   Februari  2015


Penulis





DAFTAR ISI

Kata Pengantar ................................................................................................... i
Daftar Isi ............................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang ........................................................................................ 1
B.     Rumusan Masalah ................................................................................... 1
C.     Tujuan Makalah ...................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
A.    Profesi guru dan peran guru dalam bimbingan siswa ............................. 2
B.     Profesi konselor dan tanggung jawab penyelenggaraan program
 layanan bimbingan konseling ................................................................. 4
BAB III PENUTUP
Kesimpulan ......................................................................................................... 8


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Bimbingan dan konseling yang dahulu dikenal dengan nama Bimbingan dan Penyuluhan (Guideance and Conseling), merupakan bagian tak terpisahkan dari sebuah sistem pendidikan. Sebagai sebuah sistem, kehadirannya diperlukan dalam upaya pembimbingan sikap perilaku siswa terutama dalam menghadapi perubahan-perubahan dirinya menuju jenjang usia yang lebih lanjut.
Permasalahan yang dialami oleh para siswa di sekolah sering kali tidak dapat dihindari meski dengan proses belajar dan pembelajaran yang sangat baik. Hal tersebut disebabkan oleh karena sumber-sumber permasalahan siswa banyak yang disebabkan oleh hal-hal di luar sekolah. Dalam hal ini permasalahan siswa tidak boleh dibiarkan begitu saja, termasuk perilaku siswa yang tidak dapat mengatur waktu untuk mengikuti proses belajar dan pembelajaran sesuai apa yang dibutuhkan, diatur, atau diharapkan. Apalagi tantangan kehidupan sosial dewasa ini semakin kompleks, termasuk tantangan dalam mengelola waktu. Dalam hal ini jika pengelolaan waktu berdasarkan kesadaran sendiri maupun arahan pihak lain tidak dilakukan dengan disiplin maka semuanya akan menjadi kacau. Demikian pula dengan kedisiplinan siswa dalam mengikuti proses belajar dan pembelajaran yang dipadukan dengan aktifitas lain dalam kehidupan sehari-hari. Disinilah kehadiran bimbingan dan konseling diperlukan untuk mendampingi mereka.
B.     Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari makalah ini yakni:
1.      Bagaimana profesi guru dan peran guru dalam bimbingan siswa
2.      Bagaimana profesi konselor dan tanggung jawab penyelenggaraan program layanan bimbingan konseling
C.     Tujuan Makalah
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini yakni:
1.      Menjelaskan profesi guru dan peran guru dalam bimbingan siswa
2.      Menjelaskan profesi konselor dan tanggung jawab penyelenggaraan program layanan bimbingan konseling
BAB II
 PEMBAHASAN

A.    Profesi Guru dan Peran Guru dalam Bimbingan Siswa
Menurut Danim (2011: 101-102) secara etimologi, profesi berasal dari bahasa inggris profesion atau bahasa latin profecus. Artinya, mengakui, pengakuan, menyatakan mampu atau ahli dalam melaksanakan pekerjaan tertentu.
Secara terminologi, profesi dapat diartikan suatu pekerjaan yang mempersyaratkan pendidikan tinggi bagi pelakunya dengan titik tekan pada pekerjaan mental, bukan pekerjaan manual. Kemampuan mental yang dimaksudkan disini adalah ada persyaratan pengetahuan teoritis sebagai instrument untuk melakukan perbuatan praktis.
Profesi adalah suatu pekerjaan yang dipegang oleh orang-orang yang memiliki dasar pengetahuan, keterampilan, dan sikap khusus tertentu dan pekerjaan itu diakui oleh masyarakat sebagai suatu keahlian.
Guru adalah sebuah profesi, sebagaimana profesi lainnya merujuk pada pekerjaan atau jabatan yang menuntut keahlian, tanggung jawab, dan kesetiaan. Suatu profesi tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang yang tidak dilatih atau dipersiapkan untuk itu. Suatu profesi umumnya berkembang dari pekerjaan (vocational), yang kemudian berkembang makin matang serta ditunjang oleh tiga hal: keahlian, komitmen, dan keterampilan, yang membentuk sebuah segitiga sama sisi yang di tengahnya terletak profesionalisme.
Profesi guru merupakan suatu bidang pekerjaan khusus yang memerlukan keahlian, kemampuan, ketelatenan, dan pengetahuan yang digunakan untuk melaksanakan tugas pokok seperti mendidik, mengajar, membimbing, melatih, serta mengevaluasi peserta didiknya, agar memiliki sikap dan prilaku yang diharapkan.
Peranan guru dalam bimbingan siswa menurut Djumhur dan Moh. Surya (1975: 127-132) antara lain:
1.      Guru sebagai tokoh kunci dalam bimbingan
Guru (termasuk wali kelas) adalah tokoh kunci dalam kegiatan-kegiatan bimbingan yang sebenarnya di dalam kelas. Guru selalu berada dalam hubungan yang erat dengan murid. Ia banyak mempunyai kesempatan untuk mempelajari murid, mengawasi tingkah laku dan kegiatannya dan apabila ia teliti serta menaruh perhatian ia akan dapat mengetahui sifat-sifat murid, kebutuhannya, minatnya, masalah-masalahnya dan titik-titik kelemahan serta kekuatannya.
2.      Mengetahui murid sebagai individu
Tugas pertama guru dalam bimbingan ialah mengetahui atau mengenal murid. Pekerjaannya dalam kelas serta kegiatan bimbingannya tidak akan berhasil yang memadai, apabila ia atau tidak atau kurang memahami muridnya dan tidak mengetahui minatnya, kepribadian, sifat-sifat, kebutuhan-kebutuhan dan masalah-masalahnya.
3.      Sebab-sebab, interpretasi dan perbaikan tingkah laku murid
Tingkah laku murid atau cara ia bertindak didepan teman-temannya atau orang lain disebabkan oleh pengalaman-pengalamannya yang telah lampau, oleh keadaannya pada waktu sekarang dan oleh cita-cita serta keinginannya.hal itu telah berkembang dalam dirinya atau dapat pula merupakan hasil interaksi antara dia dengan semua aspek lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat. Maka menjadi tugas guru untuk mengetahui sebab-sebab yang sebenarnya daripada kesukaran-kesukaran yang dihadapi murid.
4.      Pertemuan guru-murid
Sewaktu-waktu bila timbul kebutuhan, maka guru perlu mengadakan pertemuan dari hati ke hati dengan murid. Pertemuan itu dapat dilaksanakan sebelum sekolah dimulai, pada waktu istirahat atau setelah sekolah usai. Data yang berharga dapat terkumpul pada pertemuan itu dan dapat pula diberikan bantuan yang memadai kepada murid-murid yang memerlukannya.
5.      Pertemuan guru-orangtua murid
Hubungan sekolah dengan rumah yang sehat dan pelayanan bimbingan yang efektif seringkali dimungkinkan oleh pertemuan-pertemuan antara guru dengan orangtua murid. Pertemuan-pertemuan semacam itu membuat guru lebih memahami kebutuhan-kebutuhan, sifat-sifat dan keadaan murid.
Sedangkan menurut Sukardi (2002: 56) peranan guru dalam layanan bimbingan adalah:
1.      Membantu memasyarakatkan pelayanan bimbingan kepada siswa
2.      Membantu guru pembingbing/konselor mengidentifikasi siswa-siswa yang memerlukan layanan bimbingan
3.      Mengalihtangankan siswa yang memerlukan layanan bimbingan kepada guru pembimbing/konselor
4.      Menerima siswa alih tangan dari pembimbing/konselor yaitu siswa yang menurut guru pembimbing/konselor memerlukan pelayanan khusus (seperti pengajaran perbaikan, program, pengayaan)
5.      Membantu mengembangkan suasana kelas, hubungan guru-siswa dan hubungan siswa-siswa yang menunjang pelaksanaan pelayanan bimbingan
6.      Memberikan kesempatan dan kemudahan kepada siswa yang memerlukan layanan/kegiatan bimbingan untuk mengikuti layanan kegiatan yang dimaksudkan itu
7.      Berpartisipasi dalam kegiatan khusus penanganan masalah siswa
8.      Membantu pengumpulan informasi yang diperlukan dalam rangka penilaian bimbingan dan upaya tindak lanjutnya.

B.     Profesi Konselor dan Tanggung jawab Penyelenggaraan Program Layanan Bimbingan dan Konseling
Profesi konselor adalah seseorang yang memiliki keterampilan dan keahlian dalam bidang konseling yang berlatar belakang pendidikan minimal S1 bimbingan dan konseling. profesi konseling merupakan suatu pekerjaan, jabatan, atau keahlian khusus yang dilakukan oleh seorang pembimbing yang terlatih dan berpengalaman (konselor) terhadap individu-individu yang membutuhkan (klien), agar individu tersebut dapat berkembang potensinya secara optimal, mampu mengatasi masalahnya dan mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang selalu berubah.
Menurut Sukardi (2002: 56) sebagai pelaksanan utama, tenaga inti, dan ahli, konselor bertugas:
1.      Memasyarakatkan pelayanan bimbingan
2.      Merencanakan progam bimbingan
3.      Melaksanakan segenap  layanan bimbingan
4.      Melaksanakan kegiatan pendukung bimbingan
5.      Menilai proses dan hasil pelayanan bimbingan dan kegiatan pendukungnya
6.      Melaksanakan tindaklanjut berdasarkan hasil penilaian
7.      Mengadministrasikan layanan dan kegiatan pendukung bimbingan yang dilaksanakannya
8.      Mempertanggungjawabkan tugas dan kegiatannya dalam pelayanan bimbingan kepada koordinator bimbingan.
Tanggung jawab konselor sekolah nampak dalam menjalankan tugas profesinya  antara lain (South Carolina Guidance and Counseling Writing Team, 1999; Fajar Santoadi, 2010; Dewa Ketut Sukardi, 1983; Prayitno, 1987):
1.      Memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah kepada segenap unsur sekolah dan unsur lain di luar sekolah (orang tua siswa, masyarakat). Upaya memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling ini mesti dijamin dengan menyusun perencanaan dan melaksanakan program bimbingan dan konseling secara komprehensif dan profesional bagi semua peserta didik lewat berkonsultasi dengan orang tua/wali siswa, guru dan anggota staf sekolah lain untuk menumbuhkan dan meningkatkan potensi siswa secara maksimal. Untuk menilai atau mengukur kualitas dan keefektifan perencanaan dan pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling tersebut perlu melakukan asesmen. Melalui asesmen ini, konselor menganalisis hasil kerjanya sehingga bisa merencanakan dan melaksanakan tindak lanjut secara tepat.
2.      Bertanggungjawab terhadap perkembangan peserta didik. Tanggungjawab ini diwujudkan dalam kerja sama dengan semua komponen sekolah yang lain terutama pimpinan sekolah dan para guru dan juga komponen di luar sekolah (orang tua/wali siswa, masyarakat).
3.      Mempertanggungjawabkan perencanaan dan pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling kepada pimpinan seperti kepala sekolah. Tanggungjawab ini dibuat lewat menyampaikan perencanaan, proses dan hasil yang telah dicapai dalam kurun waktu tertentu, seperti semesteran atau tahunan.

Dari uraian di atas, kita melihat bahwa tanggungjawab profesi konselor sekolah bersifat internal dan eksternal. Tanggungjawab internal berkaitan dengan tanggungjawab konselor kepada dirinya sendiri dan organisasi/lembaga profesinya. Tanggungjawab ke dalam diri berarti konselor yakin dan jujur bahwa layanan bimbingan dan konseling yang dilakukannya sesuai dengan panggilan dirinya dan bukannya karena terpaksa. Tanggungjawab kepada organisasi/lembaga profesi berarti konselor harus bisa memberikan dan mengembangkan program layanan dan konseling yang komprehensif dan profesional sesuai tuntutan dan kode etik profesinya. Sedangkan tanggungjawab yang bersifat eksternal berkenaan dengan tanggungjawab konselor kepada konseli/klien, komponen sekolah, orang tua/wali dan juga masyarakat. Dalam tanggungjawab eksternal ini, konselor wajib membuktikan kepada konseli/klien, komponen sekolah, orang tua/wali dan juga masyarakat bahwa profesinya sangat penting dalam menumbuhkan dan mengembangkan potensi peserta didik secara maksimal.

BAB III
PENUTUP

Berdasarkan pembahasan diatas maka dapat disimpulkan:
A.    Profesi Guru dan Peran Guru dalam Bimbingan Siswa
Profesi guru merupakan suatu bidang pekerjaan khusus yang memerlukan keahlian, kemampuan, ketelatenan, dan pengetahuan yang digunakan untuk melaksanakan tugas pokok seperti mendidik, mengajar, membimbing, melatih, serta mengevaluasi peserta didiknya, agar memiliki sikap dan prilaku yang diharapkan.
Peranan guru dalam bimbingan siswa menurut Djumhur dan Moh. Surya (1975: 127-132) antara lain:
1.      Guru sebagai tokoh kunci dalam bimbingan
2.      Mengetahui murid sebagai individu
3.      Sebab-sebab, interpretasi dan perbaikan tingkah laku murid
4.      Pertemuan guru-murid
5.      Pertemuan guru-orang tua murid
B.     Profesi Konselor dan Tanggung jawab Penyelenggaraan Program Layanan Bimbingan dan Konseling
Profesi konselor adalah seseorang yang memiliki keterampilan dan keahlian dalam bidang konseling yang berlatar belakang pendidikan minimal S1 bimbingan dan konseling. profesi konseling merupakan suatu pekerjaan, jabatan, atau keahlian khusus yang dilakukan oleh seorang pembimbing yang terlatih dan berpengalaman (konselor) terhadap individu-individu yang membutuhkan (klien), agar individu tersebut dapat berkembang potensinya secara optimal, mampu mengatasi masalahnya dan mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang selalu berubah.
Tanggung jawab konselor yakni:
1.      Memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah kepada segenap unsur sekolah dan unsur lain di luar sekolah (orang tua siswa, masyarakat). Upaya memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling ini mesti dijamin dengan menyusun perencanaan dan melaksanakan program bimbingan dan konseling secara komprehensif dan profesional bagi semua peserta didik lewat berkonsultasi dengan orang tua/wali siswa, guru dan anggota staf sekolah lain untuk menumbuhkan dan meningkatkan potensi siswa secara maksimal. Untuk menilai atau mengukur kualitas dan keefektifan perencanaan dan pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling tersebut perlu melakukan asesmen. Melalui asesmen ini, konselor menganalisis hasil kerjanya sehingga bisa merencanakan dan melaksanakan tindak lanjut secara tepat.
2.      Bertanggungjawab terhadap perkembangan peserta didik. Tanggungjawab ini diwujudkan dalam kerja sama dengan semua komponen sekolah yang lain terutama pimpinan sekolah dan para guru dan juga komponen di luar sekolah (orang tua/wali siswa, masyarakat).
3.      Mempertanggungjawabkan perencanaan dan pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling kepada pimpinan seperti kepala sekolah. Tanggungjawab ini dibuat lewat menyampaikan perencanaan, proses dan hasil yang telah dicapai dalam kurun waktu tertentu, seperti semesteran atau tahunan.


DAFTAR PUSTAKA

Danim, Sudarwan. 2011. Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: Kencana Prenada      Media Group.
Djumhur, I & Moh. Surya. 1975. Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah. Bandung: C.V. ILMU.
Sukardi, Dewa Ketut. 2002. Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dn Konseling di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.
Tohirin. 2007. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah. Jakarta: Raja Grafindo Persada.











1 komentar:

  1. Wynn Casino - Mapyro
    Find Casinos 동해 출장안마 near Wynn 경산 출장마사지 Casino in Las Vegas, 수원 출장마사지 NV. A 진주 출장샵 free inside look at 전주 출장샵 the casino's location, restaurants, spa, shopping, entertainment,

    BalasHapus