efek

efek

Minggu, 27 November 2016

Makalah Pembelajaran Matematika MI: Alat Pengukuran Panjang, Waktu dan Berat




ALAT PENGUKURAN WAKTU, PANJANG DAN BERAT
Disusun untuk Memenuhi Tugas Matematika 3
Dosen Pengampu: Drs. H. Yusuf S, M.Pd.


 




Disusun oleh:
Mulyawati
Tias Rostiana


PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDA’IYAH
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM DARUSSALAM
CIAMIS-JAWA BARAT
2015



ALAT PENGUKURAN PANJANG, WAKTU DAN BERAT


A.    PENGUKURAN
Pengukuran adalah suatu proses memberikan bilangan kepada kualitas fisik panjang, kapasitas, volume, luas, sudut, berat (massa), dan suhu (Kennedy dan Tips, 1994). Satuan ukuran yang akan kita bahas adalah berupa panjang dan berat.
Adapun jenis-jenis pengukuran yaitu: pengukuran tidak baku dan pengukuran baku.
1.      Pengukuran Tidak Baku
Pengukuran tidak baku merupakan pengukuran yang hasilnya berbeda-beda karena menggunakan alat ukur yang tidak baku atau tidak standar.
Pengukuran tidak baku yang dapat anda pelajari adalah sebagai berikut:
·         Digit adalah pengukuran yang disesuaikan dengan lebar sebuah jari.
·         Jengkal adalah pengukuran yang disesuaikan dengan jarak paling panjang      antara ujung jempol tangan dengan ujung kelingking tangan.
·          Hasta adalah pengukuran yang disesuaikan ukuran sepanjang lengan bawah dari siku sampai ke ujung jari tengah.
·          Depa adalah pengukuran yang disesuaikan dengan ukuran sepanjang kedua belah tangan dari ujung jari tengah kanan sampai ke ujung jari tengah kiri.
·         Kaki adalah pengukuran yang disesuaikan ukuran panjang sebuah kaki.
Contoh penerapan pengukuran panjang dengan suatu yang tidak baku dalam kegiatan anak-anak SD di kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan aktivitas pengukuran seperti mengukur meja, tinggi teman, dan yang lainnya dengan pensil, pena, tangan, manik-manik atau alat-alat lainnya yang bisa digunakan sebagai pengukuran panjang yang bersifat tidak baku.
2.      Pengukuran Baku
Pengukuran baku merupakan pengukuran yang hasilnya tetap atau baku (Standar). Terdapat dua sistem pengukuran yang baku yaitu:
a.       Pengukuran Sistem Inggris
Sistem Inggris dikembangkan di Eropa, Satuan-satuan pengukuran dikembangkan dari benda-benda di sekitar kita. Misalnya ukuran satu yard adalah jarak hitung dan ujung jari lengan orang dewasa yang dilencangkan, ukuran satu inchi adalah jarak butiran padi dari ujung ke ujungnya. Namun karena sifat–sifat benda diatas tidak tetap maka akhirnya satuan-satuan sistem Inggris distandarkan.
I
Inci
1/12 kaki
K
Ft
12 inci
Y
Yd
3 kaki
M
Mil
5280i

b.      Satuan Standar (Sistem Metrik)
Sitem Metrik dikembangkan secara sistematis pada akhir abad 18. Pada tahun 1970, dewan Nasional Perancis mendirikan Akademi Ilmu Pengetahuan Perancis untuk merencanakan satu sistem pengukuran yang memiliki standar. Satuan-satuan dasar untuk kapasitas, berat, dan luas dikembangkan pada waktu yang sama dengan satuan panjang tersebut. Satuan ini dinamakan dengan menambahkan awalannya pada satuan dasar.
PREFIK YUNANI
KILO
1000

HEKTO
100

DEKA
10
PREFIK LATIN
DECI
1/10

GENTI
1/100

MILI
1/1000
Salah satu keuntungan metrik adalah hubungan yang jelas antara satuan yang satu dengan satuan yang lainnya. Pengkonversian dari jenis satuan yang satu ke satuan lainnya dapat diselesaikan dengan mengalikan atau membagi dengan perpangkatan 10, sebagaimana yang kita gunakan dalam system numarasi basis sepuluh dapat ditetapkan dengan memindahkan koma pada decimal. Berikut Satuan Standar (Sistem Metrik):
·         Panjang
Pengukuran panjang menggunakan pengukuran baku biasanya menggunakan alat ukur seperti, penggaris, meteran, dan satuan bakunya biasanya menggunakan km, hm, dam, m, dm, cm, mm.
Meteran sebagai Alat Ukur Panjang memiliki beberapa macam antara lain: meteran pita, dapat digunakan untuk mengukur lingkar pinggang dan kepala. Kita sulit mengukur lingkar dengan meteran saku. Meteran pita sering dipakai oleh penjahit. Meteran rol, digunakan untuk mengukur benda yang cukup panjang. Contoh panjang halaman, pajang ruang kelas, panjang lapangan. Meteran saku, dipakai megukur panjang meja. Meteran saku sering digunakan oleh tukang bangunan (Fajariyah dkk, 2008: 93)
·          Berat
Pengukuran berat menggunakan pengukuran baku umumnya menggunakan timbangan, satuan yang digunakan yaitu, kg, hm, dam, g, dg, cm, mg. Timbangan sebagai alat ukur berat antara lain (Masitoch dkk, 2009: 84):
a)      Timbangan beras. Timbangan ini biasa dipakai untuk menimbang
barang dalam karung atau peti. Berat benda maksimum hingga
50 kg.
b)       Timbangan badan. Timbangan ini dipakai untuk menimbang
berat badan hingga 100 kg.
c)      Timbangan kue. Timbangan ini ditemui di rumah-rumah dan
 toko bahan-bahan kue. Gunanya untuk menimbang bahan kue hingga
            15 kg.
d)      Timbangan gantung. Timbangan ini digunakan untuk menimbang
            benda dengan cara digantung. Berat benda maksimum hingga 1
            kuintal.
e)      Timbangan warung. Timbangan ini digunakan di warung,
            kios, atau di pasar tradisional. Berat benda maksimum hingga 5 kg.
f)       Neraca. Timbangan ini untuk menimbang benda-benda
yang ringan. Misalnya berat emas dan bahan obat-obatan. Satuan
berat neraca dinyatakan dalam gram.



·         Waktu
Dalam mengukur waktu  alat yang digunakan seperti , jam digital, jam tangan, jam weker, stopwatch dan satuan ukur yang digunakan adalah sekon ( detik ) satuan lainnya yaitu menit, jam. Jam analog mempunyai tiga buah jarum, yaitu: jarum pendek penunjuk jam, jarum panjang penunjuk menit, dan jarum tipis penunjuk detik. Lama waktu perpindahan jarum panjang pada setiap angka adalah 5 menit (Masitoch dkk, 2009: 104). Contoh :
·         jarum panjang menunjuk agka 1, artinya lebih 5 menit.
·         jarum panjang menunjuk agka 3, artinya lebih 15 menit
B.     Menaksir Panjang, Berat dan Waktu
1.      Menaksir Panjang Benda
Di dalam kelas tentu terdapat berbagai macam benda. Misalnya buku, pensil, meja, dan papan tulis. Ukurlah panjang benda-benda itu dengan penggaris kemudian taksirlah!
Untuk menaksir panjang benda perlu dilakukan pembulatan sebagai
berikut.
·         Kelebihan panjang kurang dari 5 mm, maka dibulatkan menjadi 0 cm.
·         Kelebihan panjang lebih dari atau sama dengan 5 mm, maka dibulatkan
            menjadi 1 cm.
Misalkan panjang buku hasil pengukuran 20 cm lebih 3 mm. Ini berarti
kelebihannya kurang dari 5 mm, maka dibulatkan 0. Jadi, panjang 20 cm
lebih 3 mm dibulatkan menjadi 20 cm.
2.      Menaksir Berat Benda
Satuan berat yang sering kita gunakan adalah kilogram dan ons. Untuk
menaksir berat, dilakukan pembulatan ke kilogram terdekat seperti berikut.
·         Kelebihan pengukuran kurang dari 5 ons dibulatkan menjadi 0 (nol) kg.
·         Kelebihan pengukuran lebih dari atau sama dengan 5 ons dibulatkan menjadi 1 kg.
3.      Menaksir Lama Kegiatan (Waktu)
Satuan waktu juga dapat kita taksir kemudian membulatkannya. Satuan waktu antara lain jam dan menit. 1 jam adalah 60 menit. Maka pembulatan waktu batasannya adalah setengah jam atau 30 menit. Cara membulatkannya adalah sebagai berikut.
·         Kelebihan waktu kurang dari 30 menit, dibulatkan menjadi 0 jam.
·         Kelebihan waktu 30 menit atau lebih, dibulatkan menjadi 1 jam

C.    Hubungan Antar Satuan Pengukuran
  1. Hubungan Antar Satuan Panjang
Figure berikut memperlihatkan bagaimana prefik pada system metric digunakan. Perhatikan bahwa ketika kita bergerak dari millimeter ke kilometer, tiap-tiap satuan adalah sepuluh kali lebih besar dari satuan sebelumnya (Masitoch dkk, 2009: 99) berikut tangga satuan panjang :
a.       Setiap naik 1  dibagi 10; 2 dibagi 100; 3  dibagi 1000 dst
Contoh :
1 cm = …..m (cm ke m naik 2 tangga sehingga dibagi 100)
1 cm = 0,01 m
b.      Setiap turun 1 tangga dikali 10; 2 tangga dikali 100; 3 tangga dikali 1000 dst
Contoh :
1 m = ……mm (m ke mm turun 3 tangga sehingga dikali 1000)
1 x 1000 mm = 1000 mm
Di samping satuan sistem metrik, juga dikenal satuan lainnya yang sering dipakai dalam kehidupan sehari-hari, misalnya liter, inci, yard, feet, mil. Satuan-satuan tersebut dapat dikonversi atau diubah ke dalam satuan sistem metrik dengan patokan yang ditentukan. Konversi besaran panjang menggunakan acuan sebagai berikut:
  • 1 mil = 1760 yard (1 yard adalah jarak pundak sampai ujung jari tangan orang dewasa).
  • 1 yard = 3 feet (1 feet adalah jarak tumit sampai ujung jari kaki orang dewasa).
  • 1 feet = 12 inci (1 inci adalah lebar maksimal ibu jari tangan orang dewasa).
  • 1 inci = 2,54 cm
  1. Hubungan Antar Satuan Berat ( massa )
Satuan berat ada beberapa macam diantaranya kilogram (kg), ons dan gram. Hubungan antar satuan berat adalah sebagai berikut:
1 kg = 10 ons
1 kg = 1000 gram
1 ons = 100 gram
Satuan dasar untuk massa dalam system metric adalah gram (kemudian distandarkan dalam kilogram).
Contoh soal:
10 dg = …..g (mg ke g naik 1 tangga sehingga dibagi 10)
10 dg = 1 g
Dari satuan metrik diatas dikenal pula satuan berikut:
1 ton        = 10 kuintal
1 kuintal  = 100 kg
1 kg         = 10 ons
1 pon        = 5 ons
1 ons        = 100 gram
1 ton        = 1000 kg
1 kg         = 2 pon
3.       Hubungan Antar Satuan Waktu
Satuan waktu antara lain jam, menit, detik, hari, minggu, bulan dan
tahun. Hubungan antarsatuan waktu tersebut adalah sebagai berikut.
1 menit = 60 detik
1 bulan = 4 minggu
1 tahun= 365 hari
1 jam = 60 detik
1 bulan = 30 hari
1 abad= 100 tahun
1 hari= 24 jam
1 tahun = 12 bulan
1 windu= 8 tahun
1 minggu = 7 hari
1 tahun = 52 minggu
1 dasawarsa= 10 tahun

 Contoh:
3 menit =…… detik
1 menit = 60 detik
3 menit = 3 x 60 detik
= 180 detik
DAFTAR PUSTAKA
Masitoch dkk. 2009. Gemar Matematika untuk SD dan MI kelas III. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2009.
Fajariyah dkk. 2009. Cerdas Berhitung MATEMATIKA. 2008. Jakarta: Pusat Perbukuan Deparemen Pendidikan Nasional Tahun 2008.